Prolog

Jibran kira dengan segala persiapan yang telah ia lakukan demi peran perdananya sebagai pria romantis, bisa ia perankan dengan baik seperti latihan selama beberapa bulan ini. Nyatanya Jibran tidak sanggup melakukannya. Nyaris tidak sanggup, lebih tepatnya, karena yang berakting bersamanya saat ini berbeda dengan yang sering bersamanya selama beberapa bulan terakhir.

Namun, Jibran tetap harus profesional memainkan peran hingga selesai. Terlebih kala ia mendengar segala pujian yang dilayangkan untuknya, padahal Jibran tidak puas dengan aktingnya.

Jibran tak puas bukan karena ini peran perdananya sebagai pria romantis, bukan pula karena ini film dengan genre berbeda dari yang biasa ia lakonkan, melainkan karena di hati Jibran sudah terpahat satu nama yang ingin ia jadikan pemeran utama.

Bukan demi akting untuk kisah fiksi semata, tapi demi berada di sisinya, menjadi pendamping di kehidupan nyatanya.


hanyaabualan

18 September 2021